Tampilkan postingan dengan label Anything. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anything. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Surakarta



 
Surakarta, also called Solo or Sala, is a city in Central Java, Indonesia of more than 520,061 people (2009) with a population density of 11,811.5 people/km2. The 44 km2 city adjoins Karanganyar Regency and Boyolali Regency to the north, Karanganyar Regency and Sukoharjo Regency to the east and west, and Sukoharjo Regency to the south. On the eastern side of Solo lies Bengawan Solo River. The city is the seat of Surakarta Sunanate kraton (palace/court). Together with Yogyakarta, Surakarta is the heir of the Mataram Kingdom that was split into two kingdoms in 1755.
Kota Surakarta yang juga sangat dikenal sebagai Kota Solo, merupakan sebuah dataran rendah yang terletak di cekungan lereng pegunungan Lawu dan Pegunungan Merapi dengan ketinggian sekitar 92 m diatas permukaan laut. Dengan luas sekitar 44 km2, Kota Surakarta terletak diantara 110 45' 15" - 110 45' 35" Bujur Timur dan 70' 36" - 70' 56" Lintang Selatan. Kota Surakarta dibelah dan dialiri oleh 3 (tiga) buah Sungai besar, yaitu Sungai Bengawan Solo, Kali Jenes dan Kali Pepe. Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu sangat terkenal dengan keelokan panorama serta lalu lintas perdagangannya.
Batas wilayah Kota Surakarta sebelah Utara adalah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali. Batas wilayah sebelah Timur adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. Batas wilayah sebelah Barat adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar, sedang batas wilayah Selatan adalah Kabupaten Sukoharjo. Surakarta terbagi dalam lima wilayah kecamatan, yaitu Banjarsari, Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon dan Jebres.
Suhu udara maksimum Kota Surakarta adatah 32,5 derajat Celcius, sedang suhu udara minimum adalah 21,9 derajat Celcius. Rata-rata tekanan udara adalah 1010,9 MBS dengan kelembapan udara 75%. Kecepatan angin 4 knot dengan arah angin 240 derajat. Solo beriklim tropis, sedang musim penghujan dan kemarau sepanjang 6 bulan tiap tahunnya.

Kamis, 15 Maret 2012

Rail Bus, Moda Transportasi Andalan Solo



Liputan6.com, Solo: Kemacetan lalu lintas memang sudah jadi masalah umum di kota besar sehingga berbagai cara dilakukan untuk mengatasinya. Di Kota Solo, Jawa Tengah, ada satu moda transportasi yang diklaim bisa mengurangi kemacetan, yaitu Solo Rail Bus.

Rail Bus Solo sekilas memang mirip kereta api. Apalagi jalannya pun di atas rel kereta. Tapi tunggu dulu ukurannya ternyata lebih kecil dan hanya terdiri dari tiga gerbong saja.

Rail Bus Solo memang dikondisikan untuk melintas di dalam kota sekaligus mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Kota Batik ini. Meski kecil Rail Bus jurusan Solo-Sukoharjo ini bisa menampung 180 penumpang baik duduk maupun berdiri dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

Sayang dalam uji coba beberapa waktu lalu masih terlihat sejumlah kekurangan, seperti tidak adanya pintu perlintasan kereta serta masih banyak kendaraan yang mengekor di belakang Rail Bus yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Rail Bus produksi PT Inka. Kendaraan seharga 17 miliar rupiah ini, nantinya akan menggantikan kereta api feeder yang biasa melayani rute Stasiun Purwosari Solo hingga Stasiun Wonogiri..(IAN)