Tampilkan postingan dengan label Kerja (Work). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja (Work). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

Pantangan Menjelang Interview Kerja


Saat ekonomi sulit seperti sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Agar bisa bertahan dan melewati pelamar-pelamar yang lain, coba perhatikan enam pantangan menjelang tes wawancara:

1. Jangan Datang Terlambat.
Anda akan memberikan kesan terbaik apabila Anda datang tepat waktu saat tes wawancara. Jika Anda belum tahu tempat Anda melakukan tes itu, maka tidak ada salahnya mencari tahu tempat yang Anda tuju sehari sebelumnya. Selain itu, apabila Anda telalu cepat datang, Anda cek kembali penampilan dan memperkirtakan pertanyaan yang akan diberikan.

2. Jangan Gugup.
Anda bisa mengenal orang lain melalui bersalaman. Apabila Anda bersalaman dengan lemas dan tidak bertenaga, hal itu menunjukan Anda gugup dan kurang percaya diri. Sebaliknya, bersalaman dengan pegangan yang kuat menggambarkan bahwa Anda sangat agresif. Jadi cobalah bersalaman dengan santai dan biasa.

3. Jangan Duduk Membungkuk.
Sikap duduk seperti itu akan membuat Anda terlihat malas. Menurut artikel dari Body Language for Dummies, sikap duduk membungkuk juga menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri dan tidak tertarik dengan pekerjaan itu. Sikap duduk Anda akan mempengaruhi tes wawancara. Lebih baik Anda duduk dengan tegap dan lurus selama tes berlangsung.

4. Jangan Berikan Tatapan Kosong.
Beberapa budaya mengatakan, berbincang-bincang tanpa melihat tatapan lawan bicara merupakan perilaku yang kurang sopan. Kadang-kadang Anda akan menatap dengan kosong atau tidak melihat wajah pewawancara ketika merasa gugup atau tidak nyaman. Ada baiknya Anda menatap bagian lain dari pewawancara, seperti jidat atau bibirnya.

5. Jangan Datang Tes Wawancara tanpa Persiapan Apa pun.
Ketika Anda akan menghadapi tes wawancara, ada baiknya Anda mengetahui profil perusahaan yang Anda tuju atau pekerjaan yang akan Anda geluti.

6. Jangan Lupakan Sopan Santun Anda.
Sopan santun merupakan hal yang paling penting. Jangan lupa berikan senyuman kecil ketika Anda pertama kali bertemu dengan pewawancara Anda. Terakhir jangan lupa mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan itu.

sumber: http://unikboss.blogspot.com/2010/11/6-pantangan-menjelang-wawancara.html

Jumat, 20 Januari 2012

Istilah-Istilah dalam Melamar Pekerjaan

Meski anda sudah sering mengirim surat lamaran pekerjaan, mungkin ada beberapa istilah yang belum anda mengerti yang biasa dijumpai dalam proses melamar dan rekruitment. Untuk itu anda perlu mengetahui makna istilah tersebut agar mudah mengartikannya dan nggak bingung lagi. Berikut ini adalah beberapa istilah yang harus diketahui pelamar:
* Resume : Surat lamaran pekerjaan dari pelamar kepada perusahaan. Biasanya berupa ringkasan maksud dan tujuan melamar. Surat ini umumnya disertai CV dan berkas lamaran seperti pas photo, foto kopi ijazah pendidikan terakhir dan referensi pengalaman kerja.
* Curriculum Vitae atau disingkat CV: Daftar riwayat hidup pelamar yang berisi tentang data pribadi, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, status, agama, alamat, dll. Di bawah data pribadi tercantum riwayat pendidikan (mulai SD sampai pendidikan terakhir), kursus atau pendidikan non-formal serta pengalaman kerja.
* Application: Formulir atau surat isian yang berisi keterangan pengalaman pekerjaan dan pendidikan anda.
* Apprenticenship: Periode on the job training atau masa belajar suatu keahlian. Biasanya dalam periode ini karyawan sudah dibayar. Waktunya bisa berlangsung beberapa bulan sampai setahun. Periode ini biasanya merupakan bagian dari kerja full time.
* Cover letter: Surat perkenalan atau keterangan mengenai ketertarikan terhadap bidang pekerjaan tertentu. Biasanya dikirim bersama resume.
* Cold Call: Telepon dari pelamar untuk wakil perusahaan yang belum dikenalnya. Telepon ini cukup efektif jika disertai pengiriman resume dan terus melakukan follow up.

Berpikir Kreatif Saat Wawancara

Banyak orang bertanya, apa yang biasanya ditanyakan dalam sebuah wawancara kerja? Hal ini bisa dijawab dengan berbagai pendapat dan argumentasi. Kebanyakan pertanyaan wawancara akan sangat bergantung pada perusahaan yang bersangkutan, dan tentunya juga pada natur dari pekerjaan itu. Meskipun demikian, ada beberapa pertanyaan-pertanyaan umum yang sifatnya ringan sampai yang cukup berat, seperti menanyakan minat, pengalaman berorganisasi atau kerja, dan sebagainya.
Beberapa perusahaan ataupun pekerjaan, membutuhkan pekerjanya untuk mampu berpikir kreatif. Berpikir kreatif berarti sebuah proses berpikir yang melibatkan pembentukan ide dan konsep baru. Hal ini juga bisa diperluas sebagai proses menghubungkan ide dan konsep yang sudah ada untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Kreatif
Untuk mengetahui seberapa kreatif para calon pekerja, tentunya akan disajikan beberapa pertanyaan kreatif pula. Hal ini sebenarnya tidak hanya untuk mengetahui kreativitas saja, tetapi juga bisa memprediksi problem-solving skill, dan reaksi calon pekerja jika dihadapkan pada sebuah tekanan.
Contoh perusahaan yang cukup banyak menggunakan pertanyaan yang memacu kreativitas biasanya adalah perusahaan yang bekerja di bidang teknologi informasi seperti Microsoft, Google, AT&T (AT&T American Telephone and Telegraph), NTT (Nippon Telephone and Telegraph), atau mungkin beberapa perusahaan yang condong bergerak di bidang lain, seperti Wall Street Firms. Salah satu sahabat saya bahkan menceritakan pengalamannya ketika diberi pertanyaan teka-teki ketika ia menghadiri wawancara magang dengan Broadcom Singapore.
Pada dasarnya, pertanyaan kreatif dalam wawancara bisa dibagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian tersebut adalah pertanyaan teka-teki (puzzle questions), pertanyaan lateral (lateral questions), dan pertanyaan mustahil untuk dijawab (impossible questions).
Pertama, pertanyaan teka-teki pada dasarnya adalah pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban pasti. Contohnya seperti ini,
Seandainya Anda mengadakan sebuah turnamen bulutangkis dengan jumlah peserta 127 pemain. Pada babak pertama,126 pemain akan bertanding dalam 63 pertandingan, dan satu pemain sebagai bye. Selanjutnya pada babak kedua, ada 64 pemain dalam 32 pertandingan. Berapa kalikah pertandingan yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu pemenang?
Ketika dihadapkan dengan pertanyaan semacam ini, kemungkinan besar kita akan berpikir dengan menjumlahkan 63, 32, 16, 8, 4, 2, dan 1 sehingga kita bisa menjawab 126 pertandingan. Tapi kasusnya akan lain jika kita dihadapkan pada hal serupa, dengan jumlah yang cukup besar, seperti 999 pemain misalnya. Kita akan cukup kesusahan.
Kiat Kreatif
Mari kita berpikir kreatif! Sebenarnya, secara sederhana, dengan sistem yang sama kita membutuhkan satu pertandingan untuk menghilangkan satu pemain. Jika kita punya 127 pemain, maka kita perlu 126 pertandingan. Kita bisa menjawab dengan cepat, tepat, dan memberikan impresi kepada pewawancara.
Kedua, pertanyaan lateral, adalah pertanyaan yang meminta seseorang untuk berganti konsep dan persepsi. Hal ini akan memacu seseorang untuk keluar dari pemikiran yang bisa diprediksi, dan menemukan ide-ide tak terduga. Sebagai contoh,
Kakak saya membeli seekor burung beo. Dikatakan oleh penjualnya, bahwa burung beo tersebut akan menirukan ucapan apapun yang didengar. Namun, setelah kakak saya merawat burung itu selama seminggu, burung beo tersebut tidak mengoceh sekalipun. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kita bisa menjelaskan bahwa masalah burung beo tersebut bukan terletak pada tidak kekurangannya menirukan apapun yang didengar, tapi masalah sebenarnya adalah burung beo tersebut tuli.
Ketiga, pertanyaan yang imposibel. Pertanyaan seperti ini sebenarnya mempunyai banyak jawaban dan penyelesaian, tapi tidak satupun mempunyai jawaban pasti ketika pertanyaan itu ditanyakan. Beberapa contohnya seperti ini,
Apa dan bagaimana yang Anda lakukan, ketika Anda bangun tidur, di kamar Anda ada seekor singa yang siap menerkam Anda?
Pertanyaan tersebut terasa sangat tidak masuk akal. Tapi tentu saja kita tidak akan menjawab bahwa yang sedang ditanyakan itu tidak masuk akal. Kita bisa mencari penyelesaian dengan bertanya kembali kepada pewawancara, apakah Kita punya senjata, seperti pistol, pedang, dsb, sehingga bisa membantu kita dalam membela diri menghadapi singa tersebut. Atau tanyakan apakah sebenarnya singa dan Anda dibatasi jeruji meskipun dalam kamar yang sama.
Seorang sahabat saya yang lain menceritakan kisahnya dalam wawancara pekerjaan yang ia hadiri pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial. Pewawancara menanyakan berapa jumlah pom bensin di Singapura. Jelas pewawancara tidak ingin mendapatkan jawaban pasti, tapi lebih ke arah bagaimana teman saya menjawab.
Perlu diingat, bahwa kriteria penerimaan pekerja tidak mengacu pada hal-hal semacam ini semata. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dalam penerimaan pekerja. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika kita memperhatikan setiap bagian dari wawancara sebagai bagian yang penting, tidak menganggap remeh.
Jika Anda adalah calon pekerja, ada baiknya jika Anda mulai berlatih pertanyaan semacam ini mulai dari sekarang. Namun, jika Anda ingin merekrut pekerja, ada baiknya juga jika Anda mulai menggunakan pertanyaan semacam ini. Banyak resources yang tersedia untuk belajar hal ini, mulai dari buku, web, dan mungkin dari pengalaman teman di sekitar Anda, bahkan pengalaman Anda sendiri.

Interview Kerja

Sudah bukan rahasia lagi kalau interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Karena itu, tentu Anda tahu bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi Anda tips untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.
1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.
2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.
3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?
Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan
4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?
Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.
5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.
6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.
7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.
8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?
Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.
9. Berapa lama Anda akan bersama kami?
Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.
10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?
Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.
11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?
Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.
12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?
Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.
13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?
Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.
14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?
Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.
15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?
Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.
16. Berapa gaji yang Anda minta?
Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.
17. Apa target jangka panjang Anda?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.
18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?
Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Ccara Sukses Saat Wawancara

Saat dipanggil untuk wawancara pekerjaan, anda pasti diberi kesempatan untuk bertanya. Sebaiknya hati-hatilah dalam mengajukan suatu pertanyaan karena dari pertanyaan tersebut bisa diketahui kualitas dan daya kritis anda. Hal ini merupakan bagian dari penilaian terhadap diri anda secara keseluruhan. Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak ada tanyakan dalam wawancara tersebut, simak berikut ini.
Bila anda menanyakan, kapan bisa memulai bekerja di perusahaan tersebut, maka akan memberi kesan bahwa anda terlalu yakin akan diterima. Sebelum mereka membicarakannya, jangan menanyakan hal ini. Apabila anda ingin mengetahui hal ini, sebaiknya gunakan kalimat yang lebih halus, dengan mengatakan kapan anda bisa mengetahui keputusan penerimaan.
Hindari menanyakan tentang gaji yang akan anda terima dan berapa lama jenjang waktu kenaikan gaji. Jangan menanyakan penghasilan sebelum pihak pewawancara menyinggung hal ini. Karena bila anda menanyakan hal ini, akan memberi kesan bahwa motivasi anda bekerja hanya karena uang. Jadi tahan keinginan untuk menanyakan hal ini sampai mereka membicarakannya.
Jangan menanyakan fasilitas apa yang akan diberikan perusahaan kepada anda terlebih dahulu. Karena pertanyaan ini mengesankan bahwa anda ingin dimanjakan oleh fasilitas. Akan lebih baik jika anda mengajukan pertanyaan ini, setelah mengetahui bahwa anda telah diterima di perusahaan tersebut.
Jenis pertanyaan berapa lama anda mendapat hak cuti di perusahaan tersebut, hanya akan membuat anda terkesan malas. Akan lebih baik jika anda menanyakan, bagaimana kebijakan waktu kerja dan libur di perusahaan tersebut.
Menanyakan berapa nomer ponsel si pewawancara agar anda bisa menghubungi untuk mengetahui kabar keputusan, sudah pasti hal ini tidak sopan. Karena memberikan kesan bahwa anda mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan waktu pribadi si pewawancara. Apabila anda ingin mengetahui kabar keputusan, sebaiknya tanyakan saja telepon perusahaan yang bisa anda hubungi.
Apabila anda mengajukan pertanyaan yang lebih berbobot maka menandakan bahwa anda sudah berusaha memberi kesan profesional, kritis tanpa terkesan mengetahui segalanya. Akan lebih baik jika anda gunakan intelegensia dan pemikiran rasional saat ingin mengetahui sesuatu hal di perusahaan tersebut. Semoga berhasil.

perempuan.com

Ciptakan Kesan Yang Baik Jika Ingin Resign

Memang tidak mudah memutuskan untuk pindah kerja, apalagi anda sudah cukup lama bekerja di perusahaan tersebut. Tapi jika anda ingin melakukan perubahan yang lebih baik, apalagi ada kesempatan untuk itu, jadi tidak ada salahnya anda mencoba. Karena kesempatan berharga tidak akan datang dua kali.
Permasalahan akan muncul, apabila anda sudah diterima di perusahaan baru tapi masih terikat di perusahaan lama. Untuk menyikapinya, sebaikya anda simak beberapa langkah dibawah ini.
Jika anda dinyatakan diterima dan sudah harus masuk ke tempat yang baru pada bulan depan, sebaiknya segera bicarakan pada atasan anda. Memberitahu kepindahan anda secara mendadak bukanlah sikap yang bijaksana. Karena tidak tertutup kemungkinan posisi anda harus segera digantikan oleh orang baru. Sehingga pemberitahuan lebih awal memungkinkan perusahaan untuk mencari pengganti anda.
Bicarakan hal ini kepada atasan. Jangan lupa kemukakan alasan kepindahan anda sebelum atasan menanyakannya. Mengungkapkan alasan kepindahan secara jujur adalah hal terbaik yang patut anda lakukan. Katakan saja jika anda mendapatkan ‘kesempatan dan peluang’ yang lebih baik dan kebetulan sesuai dengan minat anda, tentu saja tanpa bermaksud meremehkan perusahaan yang akan anda tinggalkan.
Tinggalkan kesan yang baik. Jangan pernah meninggalkan kesan bahwa kepindahan anda karena alasan yang bersifat pribadi dan subyektif. Jika anda mengatakan secara gamblang dan terbuka, sebagai atasan yang profesional tentu ia akan memahami anda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih pada bos anda, atas kesempatan kerja yang telah diberikan pada anda selama ini. Sekaligus sampaikan pernyataan maaf anda jika mungkin ada kesalahan yang anda perbuat.
Kemudian jika anda sudah memberitahu bos, anda dapat memberitahu kepada teman-teman anda. Katakan pada teman dekat anda lebih dulu. Selanjutnya mungkin bos andalah yang akan mengumumkan atau memberitahukan kepindahan anda kepada semua rekan-rekan anda.
Memang bisa dimaklumi jika anda merasa jengah, ragu-ragu dan tidak enak hati untuk mengungkapkan keputusan kepindahan anda. Apalagi jika selama ini anda merasa memiliki teman-teman kerja yang menyenangkan dan bersahabat, atasan yang perhatian dan lingkungan yang ramah. Namun jika anda menuruti perasaan tersebut, anda akan semakin diliputi oleh perasaan dualisme antara pindah dan tidak jadi pindah.
Yakinkan diri anda bahwa keputusan untuk pindah memang sudah bulat. Jangan membayangkan hal-hal buruk di tempat baru. Yakinlah bahwa anda bisa menikmati pekerjaan di tempat baru dan mendapatkan teman-teman baru yang juga menyenangkan.
Saat detik-detik terakhir di kantor lama adalah saat-saat dimana anda menjadi pusat perhatian rekan-rekan anda, karena mereka berpikir sebentar lagi tidak akan melihat sosok anda. Untuk itu tinggalkan kesan yang ‘paling baik’ di mata rekan-rekan dan atasan anda. Selesaikan semua tugas yang menjadi tanggung jawab anda dengan sempurna. Jangan sampai anda meninggalkan pekerjaan yang belum terselesaikan saat anda keluar dari perusahaan tersebut.
Bereskan semua berkas dan dokumen kerja anda dengan rapi. Katakan pada atasan anda bahwa semua dokumen dan berkas-berkas kerja sudah anda susun dengan baik di meja anda. Sortir apa saja yang harus anda bawa dan apa saja yang harus anda tinggalkan. Jangan tinggalkan berkas-berkas pribadi seperti resume anda kepada perusahaan baru, foto diri, buku diari, surat-surat, atau apa saja yang tidak ada gunanya anda tinggalkan.
Cobalah anda adakan acara perpisahan sederhana bersama rekan-rekan kerja agar menjadi kenangan yang indah diantara anda dan rekan-rekan anda. Meskipun berpindah kerja, bukan berarti anda tidak bisa menjalin hubungan baik dengan mereka lho. Tetap menjalin hubungan dengan mereka dan tetap membangun link yang baik.
Fleksibilitas dan pengetahuan anda merupakan kunci dari perubahan yang telah anda lakukan. Keberanian dan kemauan untuk mempelajari hal-hal baru juga merupakan hal yang sangat penting untuk segera beradaptasi dengan pekerjaan di tempat baru. Semoga sukses.

perempuan.com

Ingin Mendapat Pekerjaan?

Cerdas dan senyum adalah salah dua taktik yang dilakukan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Namun menurut penelitian baru yang akan dimuat dalam Journal of Applied Psychology terbitan September, mengungkapkan jabat tangan erat ternyata dinilai para pewawancara lebih penting untuk menilai karakter si pelamar dibanding busana yang dipakai ataupun penampilan fisik keseluruhan.
Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Iowa, AS mengungkapkan para pelamar yang memiliki jabat tangan erat memiliki kesempatan lebih besar mendapatkan pekerjaan dibanding dengan pelamar yang memiliki jabat tangan lemah.
“Kami menemukan bahwa kesan pertama dimulai dengan jabat tangan yang ternyata juga menentukan keseluruhan proses wawancara,” ujar George Stewart, asisten profesor di Tippie College of Business, Universitas Iowa, AS seperti dilansir oleh Reuters. Studi yang mengumpulkan 98 mahasiswa dari Tippie College of Business untuk berpartisipasi dalam sebuah wawancara kerja dengan perwakilan perusahaan setempat. Para pewawancara akan menilai penampilan masing-masing mahasiswa secara keseluruhan dan kemampuannya sedangkan 5 orang peneliti akan melakukan penilaian terhadap jabat tangan. Kemudian nilai-nilai yang didapat akan dibandingkan.
Ternyata dari hasil penelitian tersebut para peneliti menemukan bahwa mahasiswa yang memiliki nilai tinggi dari penilai jabat tangan juga memiliki nilai tinggi oleh para pewawancara dan dinilai memiliki kepribadian hangat dan kemampuan sosialisasi. Sedangkan mahasiwa dengan jabat tangan lemah ternyata juga dinilai kurang pada kepribadiannya dan tidak terlalu memberi kesan baik. “Kami mungkin tidak secara sadar mengingat jabat tangan setiap orang dan apakah itu erat atau tidak, meski begitu jabat tangan adalahpetunjuk pertama non verbal untuk mengetahui kepribadian seseorang secara keseluruhan. Kesan itulah yang akan kami ingat,” ujar George menjelaskan. Jadi, bagaimana jabat tangan yang baik? Lakukan jabat tangan erat, sedikit ayunan naik-turun yang mantap dengan kontak mata!

conectique.com

Tips Menjawab Pertanyaan dalam Wawancara

Tips ini buat temen-temen yang mo nyari kerja terus mau masuk ke segmen wawancara, biasa nya perusahaan akan tahu bagaimana kita lewat wawancara…so wawancara adalah bagian penting dari melamar pekerjaan…nah ini merupakan pertanyaan jebakan perusahaan yang biasa di tanyakan ke kita untuk melihat kepribadian kita…check it out….
1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.
2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.
3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.
4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.
5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.
6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.
8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

rileks.com

Tips Menjawab Pertanyaan dalam Interview Kerja

Wawancara kerja masih jadi momok bagi sebagian besar para pencari kerja. Padahal, dengan sedikit taktik Anda bisa, kok, berkelit dari pertanyaan-pertanyaan “jebakan”. Kami bagi rahasianya.
Pertanyaan “masa depan”
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam sebuah wawancara adalah bagaimana peta karir kita di masa datang. Misalnya saja, “di mana Anda lima tahun mendatang?”.
Menurut Caroline Levchuck, konsultan karir dari Yahoo!HotJobs, untuk menjawab pertanyaan seperti itu, pilih untuk mengungkapkan kelebihan Anda. Jangan memberikan detil rencana karir Anda, namun diskusikan hal-hal yang menurut Anda penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme dan apa rencana Anda untuk mencapainya.
Pertanyaan “gaji”
Tidak mungkin sebuah perusahaan merekrut karyawan tanpa bertanya atau mengetahui gaji yang akan diberikan. Banyak orang yang takut untuk menyebutkan nilai nominal tertentu untuk permintaan gajinya. Padahal mengatakan, “terserah atau mengikuti standar gaji di sini,” juga bukan jawaban yang mencerminkan profesionalitas.
Bila Anda ditanya gaji yang diminta, cobalah untuk membelokkan pertanyaan dengan mencari keterangan mengenai standar gaji yang berlaku untuk posisi yang akan Anda masuki. Bila si penanya tetap meminta Anda menyebutkan angka, berikan jawaban berupa kisaran angka. Untuk menemukan kisaran yang tepat, pikirkan jumlah gaji yang Anda inginkan, gaji Anda sekarang dan standar gaji di pasaran untuk posisi Anda. Pertanyaan mengenai gaji termasuk hal penting, karena itu persiapkan jawabannya dengan baik.
Pertanyaan “mengapa”
Ada perbedaan besar antara pede dan membual. Bila Anda ditanya mengapa mereka harus menerima Anda, maka jawablah dengan jujur dan percaya diri tentang keterampilan dan kelebihan Anda. Tapi hindari bicara terlalu berlebihan atau membual.
Mungkin awalnya agak sulit membicarakan kelebihan diri sendiri, karena itu jangan segan berlatih. Sambil berkaca di depan cermin, katakan, “Saya orang yang bertanggung jawab, berintegritas, punya jaringan yang luas. Saya selalu gigih mencapai tujuan saya,”, dan kelebihan-kelebihan lainnya.
Pertanyaan “aneh”
Banyak pertanyaan tak terduga dan mungkin terdengar aneh, dalam sebuah wawancara. Misalnya saja, pertanyaan “jika Anda pohon, maka pohon apakah Anda?”, atau binatang, atau mobil. Jawaban dari pertanyaan ini akan memberikan gambaran bagi si penanya untuk mengetahui kepribadian calon karyawan, termasuk juga motivasi serta kekuatannya.
Bila Anda diberi pertanyaan seperti ini, jangan panik. Tarik napas dan tenangkan diri sebelum menjawabnya. Ingatlah bahwa tidak ada jawaban “benar atau salah” untuk pertanyaan ini. Terkadang pertanyaan ini juga dilontarkan untuk melihat reaksi Anda dan bagaimana Anda mengatasi hal-hal tak terduga.
Sumber : kompas.com

Tips Membuat Resume CV

Resume memang bisa dibilang sebagai sarana untuk “mempromosikan” diri kepada pihak perusahaan, dimana Anda mengajukan lamaran kerja. Jadi dari resume itulah, first impression si pelamar akan terlihat.
Dan untuk mendapatkan sinyal positif dari perusahaan tersebut, tentu dalam mengolah tiap kata dalam resume, harus benar-benar diperhatikan. Agar komunikasi yang ingin disampaikan melalui lembaran resume, bisa diterima dengan jelas oleh pihak perusahaan.
Untuk itu, tentu ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian ketika Anda mengetik resume yang akan dikirim ke perusahaan yang dimaksud. Ini dia tipsnya.
Surat lamaran wajib ada!
Ibarat sayur tanpa garam, mengirimkan resume tanpa menyertakan surat lamaran, maka akan sia-sia. Surat lamaran dan resume adalah dua hal yang wajib ada apabila Anda akan melamar pekerjaan.
Perhatikan bahasa yang digunakan
Pilihlah bahasa yang akan digunakan. Kalau memang dari awal yaitu surat lamaran, Anda memilih menggunakan bahasa Indonesia, sebaiknya hingga lembar resume, Anda tetap konsisten menggunakan bahasa Indonesia.
Jangan mencapur adukkan antara penggunaan bahasa, kecuali untuk beberapa hal, seperti posisi jabatan, lembaga pendidikan, gelar dan lainnya.
Perhatikan kata-kata yang digunakan
Perhatikan penggunaan huruf dan tanda baca, seperti huruf kapital, titik dan koma-nya. Hal ini penting, terutama dalam menuliskan nama atau jabatan seseorang. Karena meskipun hanya hal kecil, namun beberapa perusahaan memandang hal tersebut sebagai sikap yang kurang sopan.
Fokus pada jabatan yang dimaksud
Tuliskanlah posisi jabatan yang Anda inginkan, seperti Account Manager, Adm. Staff, atau posisi lainnya. Jangan menuliskan hanya posisi secara umum, misalnya Karyawan atau Karyawati, karena itu berarti Anda siap ditempatkan di posisi mana saja di perusahan tersebut, dan bukan tidak mungkin di posisi yang tidak Anda harapkan sama sekali.
Periksa ulang
Luangkanlah beberapa menit untuk membaca kembali hasil ketikan resume dan surat lamaran Anda. Karena, tanpa Anda sadar, barangkali masih ada beberapa kekeliruan saat pengetikan.
Kalau Anda mengerimkan melalui pos, pastikan semua copy-an dokumen yang dibutuhkan sudah terlampir dan juga periksa lagi alamat perusahaan apakah sudah benar atau belum.
sumber; www.hanyawanita.com

Cara Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Tak butuh gelar tinggi untuk sukses dalam mencari pekerjaan. Menggapai gol karier Anda hanya butuh strategi yang matang dan disiplin. Berikut 6 tips untuk membantu Anda mencari pekerjaan lebih cerdas, bukan lebih keras.
Jual nilai
Apa yang membuat Anda unik? Bagaimana kekuatan, kemampuan, dan prestasi Anda bisa mengurangi permasalahan yang dihadapi perusahaan yang Anda lamar tersebut? Tentukan “tawaran nilai unik” Anda dan buat hal tersebut menjadi rencana integral pada garis besar marketing personal Anda. Perhitungkan setiap dokumen (resume, biografi, kartu nama) atau pertemuan langsung (networking, atau wawancara) sebagai kesempatan untuk menyampaikan nilai dan mengemukakan kebutuhan strategis Anda.
Lebih bersemangat
Mencari pekerjaan bisa jadi sangat melelahkan jika Anda tak memiliki rencana untuk mengisi ulang tenaga Anda. Tetap termotivasi dan selalu siap akan memudahkan Anda membangun rencana praktis dan tetap menjalaninya. Aturlah jadwal harian Anda, lalu putuskan seberapa sering atau berapa jam dalam seminggu bisa Anda siapkan untuk mencari dan menyusun kembali dokumen-dokumen untuk menghitung kembali perkembangan Anda.
Mengaktifkan dan membangun jejaring
Jejaring yang kuat bisa memberikan info dan akses ke lowongan pekerjaan yang tak begitu terekspos ke pasaran. Riset menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen dari semua pekerjaan yang terpenuhi disebarkan lewat jejaring. Setiap orang yang Anda kenal adalah kesempatan untuk membangun jejaring Anda. Jangan lupa, anggota keluarga, teman sosial, atau rekan kerja adalah anggota potensial dalam jejaring Anda.
Riset pilihan
Internet adalah tempat yang tepat untuk memulai riset Anda. Selain situs-situs khusus untuk karier, seperti Kompaskarier.com, search menggunakan multiple search entuk lowongan di :  http://id.nowgoogle.com/lowongan/.htmlsitus perusahaan yang Anda tuju pun bisa jadi sumber informasi berharga. Dari sana Anda bisa mempelajari mengenai produk-produk, jasa, siapa yang berwenang, dan banyak hal lainnya.
Mengkhususkan strategi pencarian kerja
Anda akan meningkatkan kemungkinan untuk sukses jika Anda berfokus pada pilihan khusus personal. Pilih dua atau tiga strategi yang sesuai dengan kepribadian dan gaya hidup Anda, lalu bangun pencarian profesi di sekitar wilayah tersebut. Jika Anda ingin bertemu dengan banyak orang baru, cobalah untuk mencari kerja sebagai relawan di sebuah organisasi atau melamar sebagai pemagang sementara di suatu organisasi. Jika Anda adalah tipe pemalu atau introvert, cobalah untuk menghubungi teman-teman lama melalui situs jejaring sosial atau asosiasi alumni. Saluran lain yang bisa Anda coba adalah dengan rajin melirik halaman lowongan pekerjaan di harian ibukota, grup jejaring, atau acara job fair.
Manfaatkan kreativitas Anda
“Jual” diri Anda dengan imajinasi. Lima tahun lalu, pelamar pekerjaan harus mencetak resume mereka di atas kertas berwarna untuk menarik perhatian personalia. Saat ini, perusahaan ingin mencari karyawan yang kualifikasinya mencukupi kebutuhan perusahaan dan tahu bagaimana mempresentasikan nilai mereka. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan resume video berisi portfolio Anda. dan lainnya.
Apapun metode yang Anda pilih, lakukan pencarian lowongan dengan cara yang terorganisir, bertarget, dan kreatif. Sukses adalah hasil akhir dari kreativitas dan segala kerja keras yang dibangun di sekitarnya.

sumber : kompas.com

Beberapa Kesalahan Saat Menyusun CV (Riwayat HIdup)

Anda memiliki pengalaman kerja yang cukup baik di satu bidang yang sudah Anda jalani selama lima tahun ini. Tetapi kenapa ya, setiap kali mengirim surat lamaran untuk suatu lowongan pekerjaan, Anda tidak menerima respons yang Anda inginkan? Apakah ada kesalahan pada surat lamaran ataupun resume (CV) yang Anda buat?
Ternyata, tanpa Anda sadari, memang banyak kesalahan yang Anda buat saat menyusun daftar riwayat hidup. Kesalahan yang paling mudah ditemukan adalah melamar pekerjaan yang tidak Anda kuasai. Selain itu, ada lima kesalahan lain yang perlu Anda ketahui:
  1. Melamar sebuah pekerjaan di mana Anda tidak memenuhi syarat. Banyak pelamar menganggap bahwa mencari pekerjaan tak ubahnya suatu permainan. “Kirim saja CV sebanyak-banyaknya, pasti ada yang memanggil kamu,” begitu kata teman Anda. Tetapi, hanya dengan mengirimkan surat lamaran, tidak berarti Anda pasti akan menemukan pekerjaan. Pihak perekrut biasanya tidak ingin membuang-buang waktu dengan mewawancarai orang yang memang tidak qualified.  “Menyeleksi surat lamaran yang tidak memenuhi syarat itu membuat frustrasi, tidak produktif, dan menambah beban bagi staf,” kata Katherine Swift, Senior Account Director di KCSA Strategic Communications di Natick, Mass. “Hal itu juga membuat pencarian calon karyawan lebih menyusahkan.” Jadi, daripada membuang-buang waktu, lebih baik pilih lowongan yang memang benar-benar sesuai kualitas Anda.
  2. Menyebutkan visi-misi yang muluk-muluk. Saat ini, yang perlu dipikirkan adalah kepentingan perusahaan, bukan calon karyawan. Dalam visi-misi, mungkin Anda menyebutkan harapan, impian, atau niat untuk menjadi karyawan teladan. Perekrut tidak akan peduli bagaimana agar Anda bisa mencapai impian yang Anda sebutkan tersebut. Setidaknya, sebelum mereka bertemu atau mempekerjakan Anda. Sebaliknya, tulislah pernyataan tujuan yang menjelaskan bagaimana keahlian dan pengalaman Anda akan membantu perusahaan menjadi lebih baik. Tuliskan juga dengan jelas jenis pekerjaan yang Anda cari.
  3. Menggunakan satu surat lamaran yang umum untuk setiap lowongan pekerjaan. Untuk meyakinkan perekrut agar menerima Anda, sebaiknya Anda membuat surat lamaran tersebut lebih personal, sesuai dengan posisi yang Anda incar. Bila mungkin, tuliskan dengan bahasa Anda sendiri tentang deskripsi pekerjaan tersebut. CV Anda harus mencakup bahasan mengenai industri yang digeluti perusahaan, cukup untuk membuktikan bahwa Anda menguasai bidang tersebut. Anda juga bisa berbicara mengenai problem perusahaan, dan tantangan industri yang dihadapi. Berikan informasi spesifik tentang bagaimana meningkatkan loyalitas pelanggan, efisiensi, dan bagaimana pengalaman Anda dalam meningkatkan keuntungan pada pekerjaan yang lama, demikian menurut Jay Forte, konsultan dalam kinerja.
  4. Tidak menjelaskan bagaimana pengalaman kerja bisa diterapkan untuk posisi yang baru. Meskipun pelamar harus menghindari pekerjaan yang tidak mereka kuasai, mereka bisa saja mengejar posisi atau divisi baru dan posisi jika mereka dapat menempatkan pengalaman mereka secara efektif. Seorang guru bahasa Inggris, misalnya, bisa saja melamar pekerjaan baru dengan menyebutkan bahwa ia berpengalaman dalam mengelola sumber daya manusia, mengembangkan keterampilan karyawan, menulis, dan training. “Gelar itu hanya sebuah ilmu, sedangkan pelamar membutuhkan keterampilan yang nyata dan pengalaman untuk pekerjaan yang mereka incar,” kata Anthony Pensabene, seorang penulis profesional.
  5. Hanya memberikan CV, tanpa surat lamaran. Namanya saja daftar riwayat hidup, pasti sudah memasukkan data pribadi Anda. Namun, melamar pekerjaan tentu harus disertai surat lamaran, bukan CV-nya saja. Surat lamaran pun bukan merupakan surat pengantar yang mengatakan bahwa Anda tertarik dengan lowongan pekerjaan yang Anda maksud, lalu meminta pelamar membaca CV Anda. Menurut Lindsay Olson, seorang partner di Paradigm Staffing, Manhattan, “Perekrut ingin mengetahui mengapa pelamar menghubungi dirinya, bukan sekadar latar belakang singkat tentang diri Anda, dan perjalanan karier Anda. Hal ini penting untuk mencoba memisahkan diri Anda dari kompetisi.” Dengan kata lain, gambarkan diri Anda secara menarik dalam surat lamaran tersebut.
  6. Tidak teliti memberikan detail. Pelamar yang kurang teliti pasti akan jadi musuh perekrut yang cermat. Misalnya, banyak typing error pada surat lamaran maupun CV-nya, atau tidak menuliskan nama perusahaan atau jabatan orang yang Anda referensikan dengan benar. Menurut Susan Whitcomb, penulis buku Resume Magic: Trade Secrets of a Professional Resume Writer, hampir 80 persen dari manajer sumber daya manusia yang disurvei mengatakan bahwa mereka menolak pelamar yang melanggar ketelitian ini, meskipun sebenarnya mereka memenuhi syarat. “Dengan rasio 6 pelamar dan hanya 1 yang diterima di pasar kerja saat ini, Anda tidak boleh membuat kesalahan dengan resume Anda,” tegas Whitcomb.
Sumber: MoneyWatch, kompas.com

Kesalahan Fatal dalam Melamar Pekerjaan

Resume atau berkas lamaran pekerjaan seharusnya berisi segala hal mengenai diri dan kelebihan Anda. Hal tersebut sebaiknya dibuat dengan ringkas, mudah dibaca, mudah dimengerti, dan menonjolkan alasan mengapa Anda yang sebaiknya dipilih untuk menempati pekerjaan yang Anda tuju itu. Sebelum dikirimkan, Anda harus membaca berulang-ulang untuk memastikan bahwa isinya sudah cukup tepat dan menceritakan tentang diri Anda. Anda mungkin butuh waktu berjam-jam untuk menyusun resume Anda, tetapi si pewawancara mungkin hanya butuh beberapa menit untuk membacanya. Ketika ada kesalahan, tanpa segan-segan melewatkan resume Anda.
Pastikan resume Anda dibaca lengkap serta tidak terempas begitu saja karena ada kesalahan umum yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang bisa Anda hindari:
1. Tidak menyertakan surat pengantar lamaran
Surat lamaran pekerjaan (bukan curriculum vitae) bernilai penting pada saat pemrosesan pembacaan surat lamaran pekerjaan. Banyak perusahaan yang langsung membuang berkas lamaran pekerjaan yang tak menyertakan surat pengantar tersebut. Pastikan Anda menuliskan ringkasan riwayat diri Anda dengan tepat pada cover letter. Jelaskan mengenai kualifikasi Anda, jarak antara waktu kerja yang cukup jauh, serta informasi lain yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan yang Anda tuju.
2. Berpikir bahwa salah ketik itu wajar
Dalam survei yang dilakukan kepada para human resources department (HRD), kesalahan yang tersering mereka lihat dalam resume adalah kesalahan pengetikan atau sering disebut “typo”. Jangan segan untuk meminta orang lain membaca kembali berkas lamaran pekerjaan Anda untuk memastikan tidak ada kesalahan, apalagi jika Anda mengirim lamaran dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang sebenarnya belum Anda kuasai.
3. Terlalu generik
Ada banyak contoh penulisan surat lamaran pekerjaan yang bisa Anda contoh. Akan tetapi, saking umumnya, kadang para pembaca surat lamaran pekerjaan itu jadi hafal polanya. Nah, pastikan Anda menuliskan lamaran pekerjaan tepat guna dengan posisi yang Anda tuju. Buat surat lamaran pekerjaan Anda cukup personal dan tidak terlihat seperti Anda setengah hati melamarnya. Apalagi ternyata terselip nama perusahaan lain yang pernah Anda coba kirim lamaran. Uh, sudah pasti berkas Anda langsung disingkirkan.
4. Memfokuskan pada tugas, bukan hasil akhir
Ketimbang menuliskan daftar penugasan yang pernah Anda kerjakan, lebih baik Anda tuliskan apa saja hasil yang pernah Anda dapatkan dan bagaimana hal tersebut membantu perusahaan. Contoh, jika Anda pernah berhasil berkontribusi pada pendapatan perusahaan saat mencapai penghasilan tertinggi dalam sejarah dengan program yang Anda buat, maka tempat Anda melamar akan sangat tertarik pada Anda.
5. Obyektif egois
Para pencari pekerja akan mencoba melihat apakah Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi di lembaga mereka, jadi, apa pun yang ada di dalam resume Anda seharusnya merujuk kepada pengalaman dan keberhasilan Anda. Ringkasan kualifikasi yang menceritakan mengenai keberhasilan Anda akan lebih efektif ketimbang pernyataan tujuan Anda yang generik.
6. Format resume yang “berbunga-bunga”
Tentu, penggunaan kertas berwarna pink dan penggunaan huruf yang besar-kecil dengan warna yang berbeda-beda akan membuat berkas lamaran Anda terlihat berbeda dan menonjol, tetapi bukan dalam artian yang bagus. Biasakan untuk menuliskan resume menggunakan kertas dan font yang standar saja. Gunakan tipe font Arial atau Times New Roman berwarna hitam di atas kertas putih.
7. Salah cantum gelar dan tanggal
Salah satu kesalahan yang sering tertangkap adalah kesalahan pada pencantuman gelar. Ada yang saking bersemangatnya, gelar tersebut sudah dicantumkan pada saat ia mengirimkan lamaran, padahal wisuda atau kelulusannya baru akan diadakan bulan depan. Memaksakan hal tersebut bisa membuat Anda terlihat seperti “berbohong”.
8. Alasan pergi dari kantor lama
Jangan mencantumkan sesuatu yang bernada negatif dalam resume Anda (juga saat wawancara kerja). Jika Anda meninggalkan posisi lama karena pengurangan tenaga kerja atau karena dipecat, sebaiknya ungkapkan hal tersebut hanya jika ditanya.
9. Mencantumkan terlalu banyak informasi personal
Jika tak ada hubungannya dengan karier Anda, tak usah cantumkan kegiatan pribadi Anda. Begitu pun dengan tinggi atau berat badan (kecuali memang diminta), afiliasi dalam bidang agama, orientasi seksual, hobi memancing, atau apa pun yang bisa berbalik menghakimi Anda.
10. Terlalu panjang
Jika ada pekerjaan di masa lalu yang tak lagi relevan dengan karier Anda, sebaiknya tak usah dicantumkan. Panjang halaman resume disarankan tak lebih dari 2 halaman. Jadi, pastikan Anda mencantumkan hal-hal yang relevan saja. Para manajer HRD, dalam survei yang dilangsungkan oleh Careerbuilder, 21 persen responden mengatakan resume yang lebih panjang dari 2 halaman terlalu panjang, membosankan, dan banyak salahnya.
Sumber: careerbuilder, kompas.com

Jumat, 06 Januari 2012

Hal Yang Harus Dihindari Saat Bekerja

Sejumlah perusahaan mengambil langkah tegas bila karyawannya mulai nakal. Langkah tegas itu mulai dari memberi teguran lisan, tertulis dan terakhir pemecatan.

Menurut Jennifer Star, seorang konsultan dari New York, hal tersebut bisa dihindari kalau kita sudah mengantisipasinya dari awal. Dia memberikan 10 hal umum yang harus dihindari untuk terhindar dari pemecatan.
1. Berbohong di dalam daftar riwayat hidup

Jujurlah sejak dari awal, karena Anda akan dihormati dari informasi yang Anda berikan. Umumnya, berbohong mengenai latar belakang pendidikan bisa membuat Anda dipecat dalam waktu sebulan bekerja.

2. Menjaga rahasia saat mencari pekerjaan

Jika Anda sedang mencari pekerjaan baru, jangan mengirim surat lamaran dari komputer kantor, terutama jika ada bagian teknologi yang memonitornya.

3. Bergosip

Anda tidak pernah tahu siapa saja yang mendengarkan, terutama dengan ruang kerja berbentuk kubik, dinding selalu punya telinga. Hal paling aman? simpan gosip untuk Anda sendiri dan jangan pernah mengulang apa yang pernah Anda dengar. Menyebarkan gosip pada pihak yang salah hanya akan membuat anda kehilangan kepercayaan dan lebih parahnya kehilangan pekerjaan.

4. Menerima terlalu banyak telepon pribadi

Jangan menghabiskan banyak waktu kerja untuk mengurusi urusan pribadi Anda, seperti menerima telepon pribadi. Jika demikian kondisinya, Jennifer menyarankan sebaiknya Anda segera mencari pekerjaan baru.

5. Mabuk saat bekerja

Satu cara cepat untuk dipecat adalah minum minuman memabukkan terlalu banyak. Menjaga bisnis tetap pada posisi teratas membutuhkan kejelian yang mengharuskan Anda tetap fokus dan sadar.

6. Berselancar di internet terlalu sering

Menghabiskan banyak waktu bekerja Anda dengan berselancar di internet hanya akan membuat Anda selangkah lebih cepat menjadi pengangguran. Termasuk membuka situs pornografi saat bekerja adalah hal yang tidak boleh dilakukan.

7. Menjalin hubungan asmara dengan atasan

Cukup jelas, hubungan asmara antara atasan dan bawahan bisa membuat seseorang keluar dari pekerjaannya.

8. Lupa untuk mengecek ulang pekerjaan

Saat bekerja dengan angka, periksa pekerjaan Anda dengan hati-hati. Satu tambahan angka nol saja bisa membuat Anda menjadi pengangguran.

9. Memusuhi rekan kerja

Untuk melakukan kerja dengan efektif, Anda membutuhkan kerjasama, dukungan dan niat baik dari orang-orang sekeliling.


10. Menunjuk kesalahan kepada orang lain

Jika anda membuat kesalahan, jangan ragu untuk mengakui. Jangan berusaha untuk menyembunyikan kesalahan Anda atau lebih parah lagi menyalahkan orang lain. (tempointeraktif.com)

Pertanyaan Yang Menjebak dalam Interview Kerja

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara :

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?

Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?

Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?

Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?

Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?

Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?

Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?

Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda. (kumpulberita.com)

Pekerjaan Yang Paling Membosankan

Setiap pekerjaan mempunyai deskripsi kerja (job description) masing-masing, bahkan tingkatan kesulitan pun demikian. Ketika pekerjaan itu dianggap menyenankan maka dengan giat orang akan mengerjakannya. Apa jadinya jika pekerjaan itu tiba-tiba kesannya adalah membosankan, tidak memberi tantangan, lingkungan kerja juga kurang memberi motivasi, tiba-tiba muncul perasaan ingin keluar ditambah gaji yang diberikan juga kecil. Tentunya anda ingin tahu jenis pekerjaan apa saja yang tugasnya dianggap paling membosankan, berikut daftarnya :

1. Mailing Staff (Penyelia Surat)

Tugas mereka adalah mengecek dan menyusun surat-surat yang masuk. Mengatur sedemikian rupa dan menggolongkannya berdasarkan alamat, divisi atau daerah tujuan. Bekerja dengan tumpukan-tumpukan surat yang sama setiap hari jangan harap Anda bisa bernafas lega, karena mungkin yang ditemui setiap hari hanyalah ratusan hingga ribuan surat saja. Yang membedakan mungkin tulisan, alamat, warna amplop atau pernik perangko yang digunakan. Selamat, mailing staff menduduki posisi pertama pekerjaan yang paling membosankan!

2. Greeter (Penyambut Tamu)

Jika Anda pergi ke mall-mall, supermarket atau hotel ada seorang greeter (penyambut tamu) yang akan berdiri manis dengan kostum khusus yang selalu diharuskan terlihat rapi sepanjang hari. Well, Anda mungkin akan menganggap remeh orang ini. Bahkan saat ia menyapa Anda, "Selamat datang", Anda tak akan menatap atau memberinya senyuman manis dan bergegas masuk ke tempat tujuan Anda. Kasihan ya, padahal dia sudah berdiri sepanjang hari dan mengucapkan kalimat 'selamat datang' berulang-ulang. Jika dihitung, mungkin ia sudah ribuan bahkan jutaan kali mengucapkan kata 'selamat datang'. Nggak ada kata lain ya? (Sayangnya tidak ada, karena itulah pekerjaan mereka).

3. Data Entry

Bergulat dengan seorang pesumo mungkin Anda akan bonyok dan memar, tetapi bergulat dengan data setiap hari akan membuat Anda menjadi orang terjutek di dunia (wajahnya kini tampil dengan dahi berkerut, pipi turun, senyum hampir musnah, mata memicing dan alis turun). Tak mudah lho menjadi data entry, karena sekali ia melakukan kesalahan kecil semua data yang ia masukkan harus dicek kembali satu per satu, padahal data yang ada bisa jadi berlembar-lembar atau berjuta-juta kilobyte. Untuk itulah terkadang para data entry terkenal jutek dan judes, mereka termasuk karyawan yang tidak terlalu ramah saat bekerja. Bahkan mungkin saat Anda bersemangat ingin menceritakan gosip yang paling seru, ia akan mengusir Anda dengan juteknya.

4. Operator

Anda mungkin pernah sebal dengan seorang operator yang lama sekali menerima telepon panggilan dari Anda. Tetapi wajar jika ia membuat Anda menunggu, karena sebelumnya ia sedang berbicara dengan customer lain yang sama tak sabarannya seperti Anda. Bahkan mungkin telinganya memerah dan jantungnya berdegup kencang dan teremas-remas gemas saat nama-nama aneka satwa di dunia keluar dari mulut si customer. Yang menyedihkan pada umumnya mereka bekerja selama 8 jam sehari, dan dalam 8 jam itu pula mereka tak berhenti berbicara (kecuali saat sedang buang air kecil atau breaktime). Selain membosankan, mungkin mereka berhak mendapatkan predikat orang-orang tercerewet di dunia, karena mereka tak pernah berhenti berbicara

5. Quality Control

Mengkritik dan menilai hasil pekerjaan orang lain memang lebih mudah ketimbang melakukan pekerjaan itu sendiri. Namun jangan dianggap enteng juga, karena terkadang dalam sehari mereka akan menghadapi barang yang sama berulang-ulang, dan harus memastikan kualitas barang tersebut sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Misalnya saja ia adalah quality control produk minuman kopi, dari 1000 gelas kopi yang diproduksi dalam sehari, ia harus memastikan bahwa ke-1000 gelas tersebut memiliki rasa yang sama, dipack secara benar dan memiliki kuantitas yang sama. Terbayangkah di benak Anda bagaimana rasanya mencicipi 1000 gelas kopi setiap hari?

6. Petugas Jalan Tol

Duduk seharian di ruangan yang sempit sambil menerima dan memberikan uang kembalian di tengah jalan adalah pekerjaan yang paling membosankan dan berhasil duduk di urutan ke-6. Dalam sehari tak hanya satu atau dua mobil saja yang lewat, namun bisa ribuan. Betapa jenuhnya melakukan hal yang sama selama ratusan hingga ribuan kali dalam sehari (dan bayangkan juga jika dilakukan selama 30 hari, 12 bulan, beberapa tahun).

7. Peneliti/Ilmuwan

Lupa tidur, lupa makan, lupa mandi, begitulah di benak Anda yang terbayang tentang seorang peneliti. Sedikit banyak gambaran Anda ini benar, karena pada umumnya seorang peneliti/ilmuwan akan memanfaatkan hampir semua waktunya untuk mengamati penelitian yang sedang dilakukannya, dan ia tak akan membuang waktu dan melewatkan saat penting dalam perubahan penelitiannya. Hal ini juga tidak dilakukan sekali dua kali lho, bisa ratusan bahkan ribuan kali mencoba sampai ditemukan hasil yang ia inginkan.

8. Akuntan

Menghitung jumlah angka-angka mungkin mengasyikkan bagi beberapa orang, namun jika yang dihitung adalah angka-angka berupa nominal uang dan bukan milik sendiri, bisa menjadi salah satu pekerjaan yang paling menjemukan. Sudah pusing dengan angka, yang dihitung juga bukan uang sendiri, tetapi orang lain. Membosankan bukan?

9. Konsultan

Membantu memecahkan persoalan orang lain mungkin terasa lebih mudah, karena saat itu pikiran kita sedang jernih dan lebih mudah mengambil tindakan secara obyektif. Tetapi jika pertanyaan yang diajukan relatif sama, tentunya lama-lama kita jenuh juga menjawabnya. Begitulah yang biasa dialami para konsultan, seringkali mereka menghadapi banyak pertanyaan yang sama dan membuat mereka jenuh. "Duh orang ini kok nggak ngerti-ngerti sih!" padahal yang mereka hadapi bisa jadi 100 orang yang berbeda, tetapi dengan satu pertanyaan yang sama. Andai saja mereka bisa dikumpulkan dalam satu moment dalam sekali jawab mungkin akan lebih mudah ya.

10. Aktor/Aktris Peran Antagonis

Berperan sebagai orang yang jahat itu membosankan lho. Karena sudah kodratnya manusia itu ingin menjadi lebih baik dan ingin selalu tampil baik, tetapi bagaimana jika di depan kamera ia harus berakting sebagai orang jahat? Yah mau tak mau ia akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan sikap terjahatnya (walau di dalam hati kecil ia tak mau begitu). Dan sedihnya bisa jadi di luar lokasi syuting tiba-tiba ada ibu-ibu yang mencaci dengan penuh benci akibat keberhasilan aktingnya menjadi sosok jahat. "Ih aku nggak jahat lho!"

Kata "Bosan" tentunya akan muncul jika anda tidak punya dedikasi dan memang dasarnya anda tidak ingin bekerja alias malas. Ini hanya tips ringan jangan di anggap serius. (forum.vivanews.com)

Hal-Hal Yang Harus dihindari dalam Membuat Curriculum Vitae

Berdasarkan survei Accountemps, sebanyak 28 persen eksekutif mengatakan resume atau daftar riwayat hidup adalah kesalahan utama bagi pencari kerja dalam membuat proses lamaran. Laman fins.com melakukan wawancara dengan pelatih karir dan penulis resume untuk memberikan 10 langkah yang harus dihindari dalam menulis resume.

10 Hal Yang Harus Dihindari Dalam Menulis Surat Lamaran Kerja Resume Curriculum Vitae - www.iniunik.web.id
  1. Detail yang tidak perlu. Ada beberapa detil pribadi yang harus anda masukkan dalam resume: nama lengkap dan informasi kontak seperti email, nomer telepon dan alamat. Tapi di luar itu, detil pribadi harus diminimalkan. Jika perusahaan ingin tahu lebih banyak tentang pribadi Anda, mereka akan meminta Anda bercerita kepada mereka. “Umur, ras, pandangan politik, sesuatu tentang jumlah anggota keluarga, status kepemilikan rumah harus dikeluarkan dari resuma Anda,” ujar says Ann Baehr, penulis resume profesional dan Presiden New York-based Best Resumes.
  2. Memasukkan riwayat kerja yang tidak menguntungkan. Jangan memasukkan informasi yang tidak akan memberi keuntungan pada pekerjaan Anda. “Segala sesuatu yang tidak berhubungan sebaiknya dikeluarkan dari resume, seperti hobi dan pekerjaan yang tidak berhubungan yang terjadi bertahun-tahun lalu” ujar Rena Nisonoff, Presiden dari The Last Word, perusahaan penulis resume dan pelatih karir di Boston. Kecuali Anda baru lulus sekolah atau baru saja menjalani pendidikan profesional, kurangi riwayat pekerjaan sampai dengan batas 10-15 tahun yang lalu.
  3. Foto diri. Dalam beberapa industri menampilkan dan menyertakan foto memang umum dilakukan, kecuali mereka adalah model atau aktor, aturan umumnya adalah foto tidak perlu disertakan. Menurut Cohen, menampilkan foto bisa memberi pemahaman yang salah dan bukan merupakan taktik yang baik. Selanjutnya, sebuah tindakan ilegal bagi perusahaan yang melakukan diskriminasi terhadap pencari kerja hanya berdasarkan penampilan. Jadi menyertakan foto diri akan membuat pekerja berada pada posisi yang tidak enak. Kecuali itu adalah sebuah permintaan khusus dan sesuai dengan pekerjaan yang dilamar, jangan pernah menyertakan foto anda.
  4. Gaji yang diharapkan. Kebanyakan pencari kerja merasa tidak enak jika harus mendiskusikan gaji yang diminta. Untuk alasan yang bagus, memberikan angka yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa berisiko bagi Anda. Sebaiknya permintaan gaji tidak dicantumkan dalam resume, kecuali diminta oleh bagian penerimaan karyawan. “Jika mereka secara spesifik meminta untuk itu, sebaiknya Anda memberikan kisarannya kepada mereka,” ujar Nisonoff. Namun tetap saja informasi demikian harus disertakan di surat lamaran dan bukan di resume. Jika Anda mempunyai pilihan, simpan pembahasan mengenai gaji sampai tahap selanjutnya yaitu saat proses wawancara.
  5. Bohong. Salah satu kebohongan yang sering dilakukan oleh pencari kerja adalah mengenai riwayat kerja mereka. Meskipun kebohongan itu untuk menutupi kesalahan atau kesuksesan, tetap tidak ada ruang bagi kebohongan dalam resume Anda. Tidak peduli seberapa kecilnya kesempatan Anda akan ketahuan, tetap tampilkan diri Anda seakurat mungkin.
  6. Sesuatu yang sifatnya rahasia. Dalam banyak pekerjaan, Anda akan memegang informasi rahasia. Mendapatkan informasi tentang pekerjaan sebelumnya yang melakukan tugas Anda, mungkin membuat Anda merasa penting. Tapi jika Anda menggunakan informasi itu dalam tambahan resume Anda, maka sama saja Anda mengibarkan bendera perang. “Informasi rahasia tidak boleh dibagi, itu akan menunjukkan penilaian yang lemah,” ujar Cohen.
  7. Jangan sertakan pengalaman yang negatif. Resume Anda harus berisi hal-hal yang positif. Memasukkan catatan mengenai performa Anda yang buruk, kesahalahan-kesalahan lain hanya akan membuat Anda mendapatkan tanggapan negatif. “Buang semua informasi tentang perilaku negatif Anda seperti , “saya dipecat” atau “saya salah dalam menata keuangan”. “Semua yang bisa membuat penilain buruk terhadap Anda dan perusahaan lama,” ujar Cohen. Mengikuti saran ini tidak membuat Anda melanggar aturan soal berbohong. Jika Anda diminta menjelaskan mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama, maka saatnya jujur, tapi sampai dengan saat itu, pastikan Anda menampilkan yang terbaik.
  8. Terlalu banyak pernyataan yang menjual. Ada batasan yang tipis antara menjual diri atau berlebihan terhadap diri Anda. Terlalu banyak resume yang menuliskan secara berlebihan tanggung jawab dalam pekerjaan. “Pencari kerja dengan pengalaman yang sedikit berusaha untuk menempatkan diri mereka pada posisi manajemen,” ujar Baehr. Jaga kalimat Anda untuk tidak berlebihan, sehingga pembaca resume akan mendapatkan gambaran seperti apa tanggungjawab Anda sebenarnya pada perusahaan yang lama.
  9. Referensi yang tidak mendukung. Anda harus memiliki referensi yang solid dan Anda kenal, sehingga jika pewawancara bertanya tentang mereka, Anda bisa menjelaskan dengan baik. “Ini bukan pilihan. Jika mereka memintanya, maka mereka akan bertanya pada Anda,” ujar Baehr. Juga buat pernyataan yang obyektif, tidak perlu menjelaskan tujuan karir kecuali Anda baru lulus atau pindah jalur karir. Jika perlu, masukkan obyektif Anda dalam catatan kualifikasi yang Anda buat. “Hal ini menjelaskan apa yang Anda inginkan, yang mungkin tidak terlihat dari resume. Dan itu juga bisa menjelaskan mengapa Anda ingin merubah karir Anda,” ujar Cohen.
  10. Terlalu Banyak Informasi. Terlalu banyak informasi bukan ide yang bagus. Akan menjadi buruk jika dibaca oleh pewawancara yang sibuk, lelah dan mungkin tidak akan membaca resume Anda kata per kata. Jika terlalu banyak informasi dalam resume Anda, pewawancara tidak akan suka membaca semuanya atau hanya membaca sebagian dengan cepat. “Terlalu banyak detail akan merusak karena tidak akan dibaca. Jika Anda menyertakan banyak informasi akan mengganggu pembacanya,” ujar Cohen.

Strategi Meraih Dream Job

Pengusaha ternama dari Amerika Donald Trump bilang, jangan pernah berhenti di tengah jalan bila tak ingin kehilangan kesempatan. Bila lelah, berhenti sejenak, tapi jangan pernah berhenti untuk selama-lamanya. Semua bisa diatasi dengan cara yang tepat. Prinsip ini layak diterapkan termasuk ketika Anda sedang berusaha menemukan dream job. Meski panggilan kerja tak kunjung datang, jangan pernah berhenti berusaha mewujudkan impian. Perbaiki cara Anda menemukan dream job, barangkali selama ini Anda belum berstrategi.

6 Strategi Meraih Dream Job - www.iniunik.web.id

  1. Buat Agenda. Mulailah untuk membuat target dan deadline mingguan. Misalnya, setiap Senin Anda memiliki tugas untuk meng-update CV dan mencari 10 perusahaan yang sedang membuka lowongan baik melalui internet atau media massa. Hari berikutnya, buat target untuk mengirimkan resume. Lalu, menelepon bagian personalia perusahaan tersebut dua minggu setelahnya. Tuliskan daftar kegiatan dalam buku agenda, lalu beri tanda bila telah selesai dikerjakan. Selain mengisi waktu kosong dan menghindari jenuh, kegiatan ini akan membuat Anda terbiasa dengan deadline dan disiplin.
  2. Pilih target yang tepat. Sebuah perusahaan tenaga kerja global, Robert Half International Inc. menyebutkan, kendala yang biasa dihadapi para fresh graduate dalam mendapat pekerjaan bukanlah soal kemampuan, namun ketepatan memilih perusahaan dan bidang kerja. Kenyataannya, tak jarang pelamar yang gengsi untuk mengambil kesempatan yang diberikan perusahaan kecil dengan alasan gaji yang kecil. Padahal, kesempatan bisa saja terbuka lebar bila Anda telah memiliki pengalaman bekerja walau di perusahaan kecil. Jadi, tak perlu buang kesempatan bila ada perusahaan yang sedang membuka lowongan. Tapi perlu diingat, Anda tetap perlu menilai kredibilitas perusahaan.
  3. Tanya kenapa. Bila memang tak ada tindak lanjut atas resume yang telah dikirimkan, Anda boleh kok bertanya pada pihak HRD perusahaan tersebut. Tanyakan apa yang menjadi alasan Anda belum layak diterima, mintalah masukan dan sarannya. Jangan lupa untuk bertanya apakah ada divisi lain yang juga membuka lowongan. Biarlah ia mengenal Anda dengan baik. Siapa tahu, bila ada posisi kosong, ia akan teringat dan segera menghubungi. Intinya, jangan pernah malu untuk bertanya. Bila hari ini ia sedang sibuk, coba minta waktu lain untuk bisa bicara dengannya.
  4. Bekerjalah dengan positif. Mencari kerja adalah bagian dari bekerja. Lakukan dengan positif agar hasilnya pun baik. Selain membuat agenda kegiatan 9-to-5, tanamkan nilai positif dalam diri. Kaitlin Madden, penulis dalam CareerBuilder.com mengatakan, lakukanlah self-talk. Berbicaralah pada diri sendiri dengan kata-kata yang positif. Misalnya, katakan, “Saya segera mendapatkan pekerjaan secepatnya” atau “Apa pun pekerjaan yang saya dapat nanti, itulah yang terbaik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik nantinya”. Percaya lah, apa yang Anda yakini, biasanya itu yang akan terjadi.
  5. Bergaul. Kesempatan bisa datang di mana dan kapan saja. Siapa tahu, om, tante atau tetangga sebelah bisa memberikan informasi lowongan kerja. Jangan ragu untuk memulai pembicaraan dengan orang-orang di sekitar Anda. Walau saat ini Anda masih bekerja, jagalah hubungan baik dengan siapa pun, khususnya teman kuliah, karena dari mereka kesempatan untuk mendapatkan kerja banyak terbuka. Mulai cek siapa saja yang ada di daftar phonebook Anda. Lakukan pendekatan secara bertahap untuk menjalin kembali relasi.
  6. Rileks. Kalau jenuh dan stres masih saja menghantui, itu berarti saatnya melakukan relaksasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyegarkan pikiran, seperti berlibur, manjakan diri di salon kesayangan, atau sekadar mengunjungi rumah kerabat dekat. Suasana baru memang ampuh membuat pikiran kembali segar. Tengok juga keadaan sekitar, banyak orang-orang yang tak seberuntung Anda. Jadi, tidak ada waktu untuk putus asa, kan?


Tips Sehat di Kantor

KITA duduk di kantor sekira 8 jam sehari yang kerap mendatangkan masalah punggung. Terdapat banyak cara untuk menjaga kesehatan meski Anda di kantor. Simak sembilan gerakan ringan yang akan menurunkan ketegangan Anda selama bekerja, seperti berikut :

9 Cara Tetap Sehat di Kantor

  1. Jangan menyilangkan kaki. Menyilangkan kaki dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Hal ini juga dapat mengurangi sirkulasi yang dapat berkontribusi pada varises.
  2. Luruskan kaki. Meluruskan kaki sambil duduk mampu menjaga panggul dan pinggul seimbang selama Anda duduk di kursi.
  3. Tambahkan beban. Dengan menempatkan satu kaki di buku telepon atau sebuah kotak, Anda memberikan tekanan pada tulang belakang lumbal. Lakukan pada kedua kaki secara bergantian.
  4. Menjangkau ke bawah. Luruskan tangan di samping kursi Anda untuk membawa aliran darah ke tulang belakang.
  5. Regangkan dada. Luruskan tangan Anda sejajar dengan dada dan jari tangan mengarah ke atas untuk meremas tulang belikat Anda. Peregangan ini membuka otot dada yang tengah merasakan stres selama bekerja.
  6. Atur ruang kerja. Ergonomi adalah kunci kesehatan selama Anda berada di kantor; sesuaikan monitor komputer dengan ketinggian mata, cobalah tidak bersandar sambil berbicara di telepon melainkan menggunakan headset sebagai gantinya, dan sebagainya.
  7. Berjalan. Bangunlah dari kursi kerja Anda. Berikan jeda secara rutin untuk Anda berjalan di sela bekerja. Berdiri setidaknya setiap 30 menit untuk meningkatkan sirkulasi darah dan meregangkan otot-otot yang tegang.
  8. Postur yang baik. Bila Anda duduk, praktikkan postur tubuh yang baik dengan menarik perut ke dalam.
  9. Tarik napas. Tarik napas dalam dengan hitungan yang tepat dapat mengurangi tekanan darah, stres, dan memberi Anda energi lebih. (okezone.com)


Kamis, 05 Januari 2012

Akses Kerja ( Lowongan Kerja ) Indonesia

Free report berikut ini akan memandu anda dalam memahami semua aktivitas yang erat kaitannya
dengan mencari Kerja lewat internet.
Saat ini telah banyak perusahaan merasa perlu untuk menayangkan iklan lowongan mereka di website
resmi mereka atau menggunakan jasa situs‐situs yang khusus memuat iklan lowongan pekerjaan. Hal ini
selain menghemat biaya (jika dibandingkan dengan memasang iklan di media cetak), juga secara
langsung dapat mengetahui bahwa calon karyawannya tidak “gaptek” (gagap teknologi)!
Cara sederhana menggunakan free report ini :
1. Langsung klik pada daftar situs yang ingin anda buka (harus dalam kondisi online)…
2. Copy (ctrl c) kemudian Paste(ctrl v) lalu enter pada situs yang ingin anda buka dengan
menggunakan browser baru (harus online)…
3. Sebarluaskan secara gratis kepada rekan/teman/kerabat yang membutuhkan informasi ini.
Berikut daftar situs lowongan Kerja :
1. www.akseskerja.com
2. www.jobindo.co.id
3. www.lowongan‐pekerjaan.co.id
4. www.disnakerkarawang.go.id
5. www.ekarir.com
6. www.infokerja.web.id
7. www.lowongankerja.com
8. www.pacific.net.id/jobs
9. www.lapangankerja.com
10. www.informasikerja.com
11. www.lowongan‐kerja.info
12. www.careerbuilder.com
13. www.jda‐harsono.co.id
14. www.jobnetok.com
15. www.jobitcom.com
16. www.lowongan‐pekerjaan.net
17. www.kompas.co.id/infokarir
18. www.suaramerdeka.com/cybernews/lowongan
19. www.lowongan.biz
20. www.bursa‐kerja.ptkpt.net
21. www.iklan.web.id/lowongan_kerja
22. www.id.jobstreet.com
23. www.lowonganjob.org
24. www.idjobseeker.org
25. www.adplacing.freeservers.com
26. www.jobsdb.co.id
27. www.overseasjobs.com
28. www.jobkarier.com
29. www.gawean.com
30. www.jobstreet.com
31. www.paruhwaktu.com
32. www.bursakerja‐jateng.com
33. www.karir‐umy.com
34. www.indojobmart.com
35. www.lowongankarir.com
36. www.gpsjakarta.com/karir20.htm
37. www.karir.com
38. www.iklanpromo.com
39. www.mediaiklan.com
40. www.gpsjakarta.com/karir20.htm
Daftar alamat milis lowongan Kerja :
Untuk join pada milis, anda harus terlebih dahulu mengirimkan email kosong dan menunggu
persetujuan dari moderator milis.
1. http://finance.groups.yahoo.com/group/head‐hunter/
2. http://finance.groups.yahoo.com/group/lowongan_migas/
3. http://finance.groups.yahoo.com/group/job‐vacancy/
4. http://finance.groups.yahoo.com/group/indonesiavacancy/
5. http://finance.groups.yahoo.com/group/bursa_kerja/
6. http://finance.groups.yahoo.com/group/info_lowongan_kerja/
7. http://finance.groups.yahoo.com/group/infokerja/
8. http://finance.groups.yahoo.com/group/1st_vacancy‐lowongan/
9. http://finance.groups.yahoo.com/group/peluangbisnis_dan_lowongankerja/
10. http://finance.groups.yahoo.com/group/karir‐pekerjaan/
11. http://finance.groups.yahoo.com/group/jobugm/
12. http://finance.groups.yahoo.com/group/jakarta‐lowongan/
13. http://finance.groups.yahoo.com/group/info_peluang_kerja/
14. http://finance.groups.yahoo.com/group/loker‐indo/
15. http://finance.groups.yahoo.com/group/pencari_kerja/
16. http://finance.groups.yahoo.com/group/bursakerja_stp/
17. http://finance.groups.yahoo.com/group/bursa_kerja_indonesia/
18. http://finance.groups.yahoo.com/group/bursalowongan/
19. http://finance.groups.yahoo.com/group/lowongan_kerja/
20. http://finance.groups.yahoo.com/group/hotelvacancy/
Terima Kasih dan semoga kesuksesan senantiasa bersama dengan anda!
Website Sponsor :
http://akseskerja.com
http://mesinuangku.co.cc
http://theformula.co.cc